Selasa, 29 Januari 2013

Indahnya kasih



Kasih dan sayang....
Wahai saudaraku sekalian...
Kebanyakan orang menilai kasih sayng yaitu cinta antara dua insan ( laki-laki dan wanita). Mungkin untuk orang yang sedang di landa yang namanya jatuh cinta. Tatapi apa yang banyak di fikir orang itu memang benar, karena banyak orang yang menyalah gunakan si ini kasih sayang. Mempunyai Sayang kepada seseorang kepada insan yang lainnya karena ada sesuatu yang di inginkan, sayang kepada insan karena ia kekasihnya dan seterusnya.
Kasih sayang seharusnya kita limpahkan kepada semua umat muslim yang ada di muka bumi ini. Setiap hubungan kita dengan mereka harus kita bumbui dengan kasih sayang. Dengan adanya kasih sayang maka hubungan persaudaraan kita akan mendapat rakmat dari sang Kuasa.

Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang  rasa kasih sayang yang seharusnya tumbuh dan semakin bertambah dalm suatu keluarga.

Kasih sayang yang tumbuh di antara suami dan istri, bukan hanya kekasih yang butuh kasih sayang. Tetapi seorang istri lebih membutuhkan kasih sayang, dan perhatian dari suaminya. Begitu juga seorang suami, yang membutuhkan kasih sayang dari seorang istri tercinta.
Bila suatu rumah tangga, yang mana di dalamnya telah sirna sebuah kasih sayang, maka keluarga itu akan hancur dan berantakan, bukan hanya itu tetapi suatu keluarga yag tiada kasih sayang didalamnya tidak akan mendapat rahmat dari yang Kuasa.
Yang mana didalam Al-Qur’an telah di tuliskan. Dalam  keluarga harus selalu disertai dengan kasih sayang, Allah berfirman yang artinya:
Dan di antara tanda-tandanya Kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya,  dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang.” ( Ar-Rum: 21 )
Sudah jelas bahwa Allah sangat menginginkan adanya rasa kasih sayang di dalam keluarga. Dengan adanya kasih sayang dalam keluarga, akan menjadikan hidup damai, tentran, dan rukun tanpa pertengkarang dan perceraian.
Adanya masalah dalam keluarga bukanlah salah satu dari sebab tidak adanya kasih sayang, tetapi masalah itu merupakan bumbu keharmonisan dalam rumah tangga. Dengan kasih sayang sebuah keluarga akan dapat menyelesaikan sebuah masalah yang sedang di hadapi. Baik masalah yang sedang di hadapi oleh sang istri, sang suami, maupun masalah bersama.  Bicarakan masalah itu dengan baik-baik tanpa kemarahan, saling memberi masukan dan arahan. Ambil keputusan yang telah di sepakati bersama. Masalah yang di selesaikan dengan bersama akan terasa lebih ringan.

Kasih sayang antara anak kepada orang tuanya, orangtua adalah sosok orang yang sangat berperan penting untuk seorang anak. Karena pelajaran yang pertama didapat oleh seorang anak yaitu di dalam kelurga. Tidak seharusnya seorang anak tidak berbakti kepada orang tua mereka. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa:
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Robbku, sayangilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” ( Al- Isra’: 24)
Sudah sangat jelas dan gamblang bagaimana Allah menginginkan seorang anak untuk memberikan kasih sayang kepada orang tuanya. Banyak seorang anak yang telah di didik dan di besarkan oleh orangtua mereka, tetapi setelah ia sukses lupa dengan apa yang selama ini di perjuangkan oleh orang tua. Bagaimana seorang anak bisa seperti itu??? Apakah ia tidak sadar? Tanpa orang tuanya ia tidak akan dapat merasakan indahnya kehidupan yang ia rasakan, tanpa doa orang tua, tanpa usaha dan kerja keras orang tua. Belum tentu ia dapat merasakan semua yeng telah ia dapatkan.
Tidak ada orang tua yang membesarkan anak-anaknya dan di hari esok ia mengharang imbalan atau ganti dari apa yang telah mereka beri pada seorang anak. Karena apa yang telah di beri oleh orang tua itu tidak akan dapat kita mengganti dan membayarnya dengan apapun, karena sesungguhnya kasih sayang orang tua tiada batas. Seorang orangtua hanya menginginkan seorang anak bahagia dan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik darinya baik di dunia dan akhirat. Maka limpahkanlah kasih sayangmu kepada orangtuamu wahai saudaraku, jangan buat hatinya terluka karenamu, jangan buat mereka kecewa karena ulahmu. Sesungguhnya orangtuamu hanya menginginkan yang terbaik untukmu wahai saudaraku... dengan melihat kita tersenyum dengan kesuksesan akan impianmu, jerih payah orangtua yang selama ini ia lakukan akan terbayar hanya dengan melihatmu menyandang impianmu yang selama ini engkau inginkan. Sungguh tidak pantas untuk kita semua bila tiada rasa kasih sayang yang kita curahkan untuk orangtua kita.
Ayah dan ibu...
Terimakasih atas semua yang telah engkau curahkan untuk anak-anakmu, sungguh kasihmu tiada batas.

                                                                                        At Al – Mahfudz
                                                                                                            29 – 01 - 2013

Sabtu, 15 Desember 2012

kehadiran sang rindu
















Apa kabar hatinya???
Masihkah berada dalam kebahagiaan…
Atau telah ada setitik noda yang telah mengganggumu???
Aku berharap kau tetapseperti biasa, tanpa bergeser seincipun dari tempaatmu semula…
Karena tetap beginilah aku…
Berdiri di atas kedua kakiku…
Walau telah lelah…
Tidak sedikit batu yang menimpa, tidak sedikit ranting yang menghalangi, tidak sedikit badai yang datang, tidak pula sedikit banjir yang melanda…
Terkadang badan terasa lelah…
Terkadang kaki terasa letih…
Terkadang hati terasa goyah…
Terkadang pula terasa bimbang…


















Cinta yang disampaikan dengan diam…
Rindu yang disampaikan dengan diam…
Segala hal yang disampaikan dengan diam…
Terkadang membuat sakit menyayat hati…
Tetapi terkadang membahagiakan…















Biarlah ia datang pada waktunya nanti…
Waktu yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa…
Waktu yang paling terbaik untuk hamba yang dikehendakiNya…
Yang mana hanya terdapat hari yang membahagiakan, menyenangkan, menggembirakan, dan hanya ada seuntai senyum yang mengembang…
Senyum yang selama ini belum pernah berkembang…
Bahagia yang selama ini belum pernah terasakan…
Semua itu akan hadir disaat telah di pertemukan dengan seseorang..
Dengan adanya satu ikatan suci, yang di dukung dengan cinta, kasih sayang, dan keikhlasan…


















Tetapi jika waktu itu tak kunjung hadir kepada kita…
Janganlah merasa sakit dan putus asa…
Jika yang engkau idamkan tak kunjung datang…
Janganlah merasa sendiri….
Jika yang engkau idamkan bersama orang lain…
Yakinlah bahwa Allah memiliki jalan yang lebih indah untuk kita…
Bila didunia kita belum dapat bersua….
Yakinlah bahwa di syurga adalah tempat tinggal kita…
Tempat yang terbaik untuk perjumpaan kita…
Tempat yang suci….
Di mana orang hidup kekal didalamnya…
Dan diantaranya terdapat kita didalamnya…
AMIN……


Rabu, 18 April 2012

Entah Kapan Engkau Kembali




Entah Kapan Engkau Kembali

Angin semakin berhembus kencang, membuat suasana malam menjadi lebih mencengkam. Jalanan mulai sepi dan sunyi, para penduduk mulai menutup pintu dan jendela rumah, hewan-hewan mulai kembali ke persembunyian mereka  masing-masing untuk beristirahat. Dan kini hanya tersisa para penjaga ronda yang mangkal di pos ronda. mereka asyik ngobrol dan canda tawanya yang ditemani kopi panas  yang menambah kehangatan di antara hembusan angin malam. Mereka selalu bercerita yang diiringi senda gurau atau melakukan suatu hal yang membuat mereka lupa akan ngantuk dan tidur. Agar mereka tetap bisa untuk mengawasi lingkungan sekitar dan memastikan tidak ada suatu hal yang mencurigakan, dan mereka harus tetap waspada hingga fajar menyongsong dunia.

Waktu menunjukan jam 05.00 WIB, para penduduk mulai membuka pintu dan jendela, dan memulai mengerjakan aktifitas mereka masing-masing.  Hewanpun mulai keluar dari persembunnyian untuk mencari makan. burung-burung beterbangan menghiasi langit yang menambah indahnya suasana pagi, dengan sapaan sinar matahari yang memberi rasa tentram untuk seluruh isi alam.

Vina mulai mengayuh sepedanya menyusuri jalanan bebatuan, sambil bersiul menikmati perjalananya. Senyuman selalu menjadi urutan pertama di wajahnya, yang menandakan sebuah kebahagiaan.
Ciiiiiitttt…… rem sepeda vina berdecit, dan langsung ia sandarkan sepedanya di bawah pohon yang rindang.

 “sita…” seru vina didepan rumah sita
“ia… tunggu sebentar vin…” ungkap sita,
Buk sita pergi dulu ya… (sita meminta izin kepada ibunya sambil berlari menuju halaman depan rumah)
“ia… hati-hati di jalan nak” (balas ibu sita dengan suara berbisik, hampir tak terdengar)
“berangkat…” (ungkap sita sambil menggapai sepeda merah kesayangannya)
“yupz… lets go…” (balas vina dengan senyuman khasnya)

            Mereka saling mengayuh sepeda beriringan, dengan canda, tawa, dan gurauan yang selalu diikuti dengan senyum kebahagiaan yang menandakan kepuasan akan sesuatu. Mereka menuju suatu tempat yang telah mereka rencana sejak jauh-jauh hari, untuk mengisi hari libur dihari minggu. Mereka selalu menghabiskan hari libur bersama, dengan bermain bersama. Sita dan vina menjadi pasangan sahabat sejak mereka kecil, hingga kini kelas 2 SMA. Persahabatan mereka selalu dihiasi dengan berbagai perbedaan-perbedaan pendapat, keinginan, dan yang lainya. Yang menimbulkan pertengkaran atau percekcokan kecil antara mereka. Tetapi itu semua yang menjadikan semakin kuatnya ikatan pesahabatan antara mereka.
“eh vin nanti carikan aku bunga yang paling cantik ya…” (rayu sita)
“hem… maunya” (jawab vina dengan ketus)
“he…he… terimakasih ya vin…” (rayu sita kembali dengan senyuman ejekannya)
            Bruk… tiba-tiba suara benturan keras melintas di pendengarang yang berada di sekitar pusatnya suara berasal. Sita tertabrak motor dari arah berlawanan, yang tiba-tiba memotong jalan ke kanan dengan kecepatan yang sangat tinggi.

 “astagfirullah sita…” (berteriak vina sambil merebahkan sepeda yang ia kendarai)
Tak ada sesuatu hal yang vina lakukan kecuali hanya berdiri mematungkan diri, memandang sahabatnya terkapar bersimbah darah. Bingung, takut, cemas, menghantuinya sehingga membuat seluruh badannya membatu, sehingga ia tidak dapat menggerakan seluruh bagian tubuhnya. Semua orang berlari menuju kerumunan untuk melihat apa yang terjadi, kecuali vina yang tetap berdiri di tempat semula dengan raut wajah yang tak menentu.

            Dengan langkah yang tak pasti vina mulai mengayunkan kaki kanannya kedepan yang kemudian diikuti dengan kaki kirinya, ia berjalan pelan dengan tetesan air mata yang membasahi pipinya dan kakinya yang bergetar. Melintasi kerumunan orang-orang yang hanya melihat kejadian ini tanpa berbuat apapun. Badan vina roboh disamping tubuh sita yang tergeletak tanpa gerak, dan menambah isakan tangis vina yang semakin menjadi-jadi. Dengan rasa ragu ia peluk erat tubuh sita yang bersimbah darah tak bernyawa. Tak ada perasaan lain yang ia rasakan kecuali penyesalan akan keputusan untuk pergi menghabiskan waktu libur bersama dengan sita di sebuah taman bunga dipusat kota.

            Setelah kejadian itu, vina menjadi pendiam tanpa sedikitpun senyuman khas yang ia miliki. Ia seperti telah kehilangan sebagian dari kehidupanya. Perasaan penyesalan selalu menghantuinya kapanpun dan di manapun sehingga membuatnya kehilangan semangat untuk hari kedepan. Semua ini berawal dan  berakhir sejak kepergia sita, seseorang yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya. Kini ia baru merasakan betapa pentingnya akan kehadiran seorang sahabat dalam hidupnya. Dan betapa pedihnya akan kepergiannya.
                                                                                                            By: rha…